Di era reformasi ini banyak sekali bermunculan televisi-televisi swasta mulai dari televisi swasta nasional hingga televisi swasta lokal. Fenomena yang terjadi ini mungkin positif jika dibarengi dengan penayangan program berkualitas yang disuguhkan kepada pemirsa, namun sayangnya hanya sedikit sekali televisi yang menyuguhkan kualitas tayangan yang baik. Padahal televisi berperan besar membentuk pola pikir dan mentalitas anak bangsa dikarenakan televisi merupakan media audio visual dimana media audio visual itu cenderung dipilih untuk dilihat karena mudah untuk ditangkap, dicerna dan tidak memerlukan energi berupa pikiran lebih untuk menggunakan media audio visual tersebut. Sebenarnya fungsi media televisi sendiri ada 3 yaitu education, persuasi, dan entertaiment yang ketiganya harus ada dalam suatu program yang disajikan televisi,tetapi pada kenyataanya tidak demikian. Program-program yang ditayangkan oleh televisi hanya berorientasi pada keuntungan saja yang berakibat hanya fungsi entertaiment sajalah yang dominan sedangkan fungsi edukasi terabaikan. Dan yang paling berbahaya disini ketika fungsi persuasi tidak digunakan untuk mendidik melainkan untuk membodohi pemirsa televisi. Pembodohan pemirsa televisi terlihat jelas dengan beredarnya tayangan-tayangan reality show, sinetron tidak bermutu, dan acara musik lip sync. Tayangan-tayangan tersebut merupakan pembohongan publik yang saya rasa sangat tidak menghargai intelektualitas penonton dan secara sengaja membodohi penonton. Dan tayangan seperti reality show serta sinetron akan dapat membahayakan mentalitas bangsa karena mengarah pada gaya hidup hedonisme, dimana gaya hidup hedonisme itu dapat menghancurkan bangsa sebab hanya berorientasi pada kesenangan diri semata, apa jadinya negara ini jika setiap warga negaranya tidak memiliki rasa persatuan yang kuat?, belum lagi acara yang mempertontonkan rasa belas kasihan yang memanfaatkan kemiskinan, tayangan tersebut cenderung mengarahkan orang untuk dikasihani, mau jadi apa bangsa kita jika manusianya bermental lembek yang hanya ingin disuapi nasi saja tanpa mau berusaha, seharusnya tampilkanlah tontonan yang menampilkan daya juang untuk tetap bertahan hidup dari individu ditengah kemiskinan, dan jika memang tulus ingin membantu tidak perlu ditonjolkan di acara tersebut untuk ditayangkan televisi. Musikpun tidak luput dari pembredelan kualitas, acara-acara musik yang ditayangkan oleh televisi menyajikan karya-karya yang dibawakan secara lip sync, hal tersebut pastinya sangat mencederai harga diri para musisi sejati dan menghina secara terang-terangan apresiasi penonton. Acara musik dan musisi yang melakukan lip sync sama saja mereka tidak mendidik generasi bangsa untuk percaya diri membawakan karyanya sendiri, itu sama artinya dengan memperlemah mentalitas yang sekali lagi dapat membuat bangsa kita kurang kompetitif. Televisi merupakan media yang digemari oleh sebagian besar masyarakat diIndonesia, sudah sepantasnya para pelaku dunia televisi menghargai Intelektualitas pemirsa televisi dengan tidak membohongi pemirsa melalui tayangan-tayangannya dan memberikan program-program yang bermutu, karena televisi merupakan salah satu media penyampaian pesan yang seharusnya mendidik bukan membodohi pemirsanya.
Wednesday, May 18, 2011
Trio Lanas
Alkisah disebuah village, bernama ciotes city terdapat sekumpulan pemuda generasi penerus bangsat yang masih duduk dibangku sma yang berbeda-beda, disini ada banyak sekali kisah yang bisa diangkat namun saya hanya akan mengangkat cerita bocah-bocah yang saya anggap tidak senonoh dalam hidupnya diantaranya yang mempunyai nama gaul lele atau temon dia adalah pemuda tampan nan rupawan dengan rambutnya yang tidak bisa dibuat model apapun karena bentuk kepalanya yang kotak, namun dia masih mempunyai pesona eksotis dengan kehitaman kulitnya yang sebelas dua belas dengan paduka bakari sagna si pemain arsenal itu, temon disini adalah sesosok pemuda yang mempunyai hobi menghina dan melecehkan orang lain pokoknya dia akan sakit jika sehari saja tidak menghina. Namun dibalik itu semua dia adalah seorang pemain voli ball yang sangat berbakat dia terlihat seperti david beckam ketika sedang berada di arena pertarungan voli , horeee akhirnya ada yang positif dari diri seekor lele alias temon ini. Tokoh pemuda tidak terpuji lainnya adalah,.....?”saya lupa nama aslinya” tapi menungsa(manusia) ini sering dipanggil rojak karena ayahnya yang seorang pengusaha rujak dan kakaknya yang hobi ngulek-ngulek ’sensor’. Rojak adalah sesosok menungsa(manusia) super, super disini bermakna super pelit, mengapa dikatakan super pelit karena rojak durjanah ini hanya dan selalu membawa uang seribu rupiah saja ketika sedang terjadi diskusi”bahasa katroknya nongkrong” namun dengan uang seribu rupiahnya itu dia sudah bisa diskusi diwarung dengan suguhan marimes,pisang goreng dan rokok supel yang harus dibayar sepuluh ribu, “sungguh jahanam”. Namun untungnya si rojak mempunyai teman-teman yang rajin beramal jariah, si rojak ini merupakan sosok bijaksana dalam menjawab pertanyaan, sebagai contoh ketika dia terpaksa harus membolos sekolah untuk pergi kewarnet dia dengan bijaksananya menjawab, rojak said, “ belajar itu tidak harus disekolah, diwarnetpun itu kita adalah sedang belajar, kita belajar tehnolegi” yak benar juga sih....., dengan dia membuka video porno dia sedang belajar proses biologis dan bisa langsung dipraktikan ke pacarnya yang setia mendampinginya dalam nafsu maupun birahi saat melihat video porno diwarnet, “dibawah 17 tahun tidak dianjurkan meniru adegan ini”. Ada lagi sesosok bujang yang tentunya tidak lebih ganteng dari saya dengan nama gaul abdel atau baskom, yang saya tau dia adalah anak yang baik-baik saja ketika dirumah karena dia tidak merokok, tidak nonton bokep, tidak minum alkohol dan tidak berkata yang melukai jati diri bangsa, tapi itu semua kata ibunya. Namun saya tidak yakin dia sebaik itu jika berada diluar rumah karena ketika saya merokok diapun ikut merokok, ketika saya minum diapun tidak lupa ikut mencicipi, namun dia belum pernah meminta video bokep kepada saya. Tiga sosok ini akan saya cela habis-habisan dalam cerita yang hanya mereka dan Tuhan yang tau kebenarannya.
jika umumnya kita sering mendengar pertukaran pelajar maka disini kita akan menemukan fenomena pertukaran tempat/lokasi belajar. Saya sebenarnya bingung ketika mereka melakukan kegiatan membolos karena maklum saja di tempat mereka tinggal tidak ada mall atau tempat rekreasi lainnya untuk membolos, ini semua gara-gara pemerintah daerah yang doyan duit sebut saja bupati probo yang patut dikatain semua isi kebun binatang yang lagi ngeSEL itu. Tapi disini kita tidak ngomongin politik silit pitik, haha. Lanjut ke bolos, karena tidak disediakan tempat membolos oleh pemerintah daerah maka mereka melakukan hal kreatif namun aneh yaitu dengan membolos di depan toko bangunan,terminal,stasiun atau bahkan kuburan seperti yang pernah saya lakukan, bagi anak-anak kota bisa mencoba mungkin ada sensasi baru yang didapatkan saat membolos ditempat tersebut. Kali ini mereka dinas di toko bangunan, ditoko bangunan itu mereka hanya duduk-duduk seperti seorang filusuf gagal dan terkesan garing sekali dalam cerita ini sehingga membuat saya tidak bisa melanjutkan cerita dalam episode ini, yang saya sarankan disini mereka harus mengambil study teknik sipil saat kuliah nanti agar mereka tidak melakukan kegiatan membolos lagi.
Pada suatu ketika ada dedengkot ciotes city kembali dari pengembaraanya setelah bebulan-bulan mengumpulkan helai demi helai rupiah, dia adalah sesosok pria lentur yang selalu membungkuk dalam berjalan, mari kita sambut saja kedatangan tokoh ini Tono..... joy..... alias kadal. Mengapa dia disebut kadal karena sebelum dia beralih profesi sebagai kaum urban dia adalah sesosok pencari kadal hijau yang handal, pergerakannya dalam memanjat pohon kelapa sangatlah fantastis, bahkan akselerasinya dalam menangkap kadal melebihi kadal itu sendiri. Ketika dia pulang dari pengembaraanya dia disambut bak seorang pangeran william yang belum menemukan kate midleton, gayanya berubah dua ratus derajat celcius, dia mencampakan rokok lintingan cap sintren yang setia menemaninya selama bertahun tahun dalam duka maupun duka dan langsung beralih kepada yang lebih katrok yaitu rokok sempurna. Tono joy alias kadal ini memang pemuda yang berBUDI luhur karena dia tidak lupa untuk membagikan sedikit rejekinya kepada tiga pemuda yang tidak senonoh yaitu temon,abdel,dan rojak. Ketiga pemuda tidak senonoh ini diberikan surga dunia dalam waktu satu malam, dan sebagai imbalannya tono joy bisa berlaku layaknya seorang raja dari kerajan panembahan batu karut. Namun apa yang terjadi pada keesokan harinya adalah hal yang paling menyakitkan dalam sepanjang dunia perciotesan, keuangan tono joy kolaps alias bangkrut dan dengan penyesalan yang amat mendalam disertai permintaan maaf yang sebesar besarnya dia kembali mengetuk pintu hati kekasihnya yaitu rokok lintingan cap sintren agar sudi menerimanya kembali untuk dicium dan disedot oleh tono joy alias kadal. Karena keuangannya yang kolaps tono joy akhirnya harus mengembara kembali untuk meraih cita-citanya yang setinggi langit namun untuk itu dia harus menyewa uang dari sahabat karibnya yang bernama debdeb hanya untuk sekedar menaiki bis favorite dan satu-satunya yaitu ASLI, sementara tiga pemuda tidak senonoh itu menghilang bagaikan ditelan bumi. Namun tono joy tetap mempunyai cita-cita luhur untuk kembali membahagiakan ketiga pemuda tidak senonoh itu saat dia pulang dari pengembaraannya lagi.
Setelah kisah tentang tono joy alias kadal berlalu kini kita beralih kepada kisah lele atau temon selaku salah satu pemeran utama dari cerita ini, disuatu hari tepatnya pada hari hari mereka yang kurang jelas terbesit keinginan untuk merokok dari seekor lele, namun apa daya tangan tak sampai, jangankan untuk merokok untuk ngupil saja mereka tidak berdaya karena bencana kekeringan yang melanda dompet mereka bertiga. Alhasil lelepun sebagai sesosok menungsa(manusia) yang sedang berhasrat tinggi untuk merokok menyandarkan harapan terakhirnya kepada paduka orang tua, seekor lele ini kemudian meminta uang kepada sang ayah yang kebetulan sedang berada dirumah, dialognya kurang lebih seperti ini :
Lele : “pak njaluk duite”(minta uang)
Bapake : “duit bae, rep go ngapa?”(duit mulu mau buat apa)
Lele : “ya biasa pak bocah enom”
Bapake : “mbahmu kuwi, rep go tuku udud yah!?”(mbahmu itu, mau buat beli rokok yah!?)
Lele : “ora, go jaga-jaga tok, masa dolan ra nggawa duit”(buat jaga-jaga aja, masa main gak bawa uang)
Bapake : “ora ana ya ora ana, kepret sisan”(gak ada ya gak ada, *sensor*)
Lelepun dengan wajah letih,lesu, nan lunglai berjalan keluar dari rumah dengan tidak membawa hasil, namun ditengah jalan tiba-tiba lele teringat akan cara-cara yang dibisikan syetan yang didapatkannya secara otodidak. Pikiran jahatnya mulai menyuplai asupan-asupan sugesti yang menyuruhnya untuk........ “nyolong rokoke bapake”(nyuri rokok bokap). Akhirnya lele ini pun kembali kerumah dengan niat dan pikiran yang jahat, dia dengan tega, tanpa belas kasihan mau mencuri rokok dari ayah kandungnya sendiri, sungguh biadab sekali perbuatan seekor lele ini, dia telah melupakan semua kenangan indah bersama orang tuanya hanya demi barang yang bernama rokok, dia juga telah mencedrai guru PPKN yang telah mengajarinya pancasila, dia juga telah mencoreng guru agamanya yang selama ini dengan setia memberinya ayat-ayat untuk diamalkan. Akhirnya lele inipun mewujudkan keinginannya dalam mencuri rokok, dia mencuri lima batang rokok ji sam sure untuk dihisapnya dan dibagikan kepada baskom, rojak, dan saya sendiri. Catatan: “lele memberikan rokok itu dengan ikhlas dan tanpa adanya paksaan dari siapapun, jadi saya tidak terlibat pasal pencurian”, dan cerita apakah bapake lele mengetahui kehilangan rokoknya hanya lele, bapake dan Tuhan yang tahu. Dan akhirnya kamipun dapat merasakan racun rokok itu dengan senang gembira tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun.
Masih banyak lagi cerita lainnya yang menurut saya seru namun penyakit malas tiba-tiba melanda jadi karena saya tidak dibayar dalam tulisan ini maka mendingan saya sudahi dulu, terserah pada anda semua yang membacanya apakan suka atau tidak dengan cerita diatas karena saya pribadi sih bodo amat, toh kalian baca juga tidak bayar sama saya. Namun sebagai manusia yang bijaksana saya tentunya mengharapkan kritikan dan masukan terhadap tulisan saya ini agar lebih baik untuk kedepannya.
Prayer
God
if I should complain to you
I am disgusted with the current state
I miss the peace in my heart
peace in my heart of hearts
who can make my life normal
not think of anything that does not need a lot of thought
even thinking the same thing
God
Stop and rest a little while
for watching me and directed me
so that I can master some science hearts
so I can try to receive, sincere, and looking forward to not getting what I want
but please help me to have lost that desire
and replace it with something better
God
I am self-aware
I can only pray to you when I feel need
but my one request
restore peace within myself, my heart and my soul
amen ........
Menggugat Tuhan
Tuhan salah apakah dengan negeriku
Diisi generasi tak punya nurani
Seperti kami
Tuhan kenapa kau selalu mengisi manusia Negeri seperti kami
Tak berakal budi pekerti
Sejak lahir sudah diberi makan hasil korupsi
Tuhan mengapa saya lahir disini
Yang menyusahkan saya saat bermimpi
Hidup kami seperti judi yang bergantung hoki
Tuhan mungkin lebih baik saya terlahir sebagai seorang Yahudi
Mereka banyak membunuh
Tapi mereka tidak membunuh saudara sendiri
Tuhan mengapa kau menghentikan Nabi
Bolehkah Kau turunkan satu lagi untuk ibu pertiwi
Mungkin bisa memperbaiki hati dan pikiran kami
Tuhan saya tidak habis pikir kenapa saya hanya bisa berdiam diri melihat kehancuran Indonesia kedepan, dan saya juga sangat heran kenapa orang yang membaca ini juga sama seperti saya yang hanya bisa berdiam diri, padahal jika terus seperti ini kehancuran Indonesia kedepan itu nyata seperti kalian semua mempercayai Tuhan!, Perbaikan harus dimulai sejak dini, tidak melulu tentang korupsi namun mental dan sistem sama utamanya. Jika kita memang terlanjur menjadi sampah daur ulanglah anak-anak kita menjadi emas, bisakah kalian merenungi Malaysia, negara yang menurut saya, saya TEGASKAN adalah negara yang seharusnya jauh tertinggal dari kita! Kita seharusnya jauh lebih baik dari mereka sekarang, tapi faktanya sebaliknya. Negeri ini sudah kehilangan segalanya, mulai dari sumber daya alam, mental, kebanggaan, jati diri, hingga pemimpin. Kita sudah tidak punya Soekarno, Diponegoro, Cut nyak dien, atau Sultan Hasanudin lagi. Yang kita harus terima sekarang kita dipimpin oleh orang yang memimpin keluarga mereka sendiri.
Bandung, 7 April 2011_01:06
Mental untuk Indonesia
Dunia hanya akan sampai pada peperangan. Hanya manusia yang unggul yang berhak menguasai dunia. Manusia yang dikategorikan"BUDAK" harus disisihkan. Itulahsebabnya manusia yang unggul yang dicita-citakannya adalah manusia yang mempunyai kekuatan, kecerdasan, dan kebanggaan serta berani mengambil resiko. Bahkan cinta dengan resiko. Pemikiran yang syarat dengan "kerinduan" terhadap kekuatan. Kekuatan itu harus dipisahkan dengan moral namun harus tetap sejalan dengan kemajuan bangsa. Hidup menantang bahaya penuh resiko badai dan tantangan. Rumus kehidupan adalah tidak takut mati. Bukan sekedar tabah menanggung setiap penderitaan, akan tetepi mencintai penderitaan itu sendiri. Hiduplah selalu dalam bahaya, karena disitu kau akan menghargai kehidupanmu. Bangunlah kotamu sendiri, buatlah Negaramu sendiri jika kau tidak dipuaskan oleh Kota dan Negaramu sekarang. Hiduplah dalam peperangan, karena itu sudah digariskan Tuhan. Dan harus kalian sadari, bahwa manusia adalah Tuhan itu sendiri.
Catatan: Tulisan ini saya buat bukan Murni Pemikiran saya. Namun hal yang saya Setujui dan saya tuliskan kembali dari berbagai bacaan yang terdahulu yang tidak mungkin saya sebutkan satu-satu karena keterbatasan Ingatan
Cerita saya tentang TAN MALAKA
Saya adalah orang yang sama dengan kebanyakan orang Indonesia lainnya yang kurang suka membaca buku, namun seminim-minimnya Pengetahuan saya, saya masih mengenal Para pahlawan Pra kemerdekaan, Proklamasi, Revolusi, hingga Reformasi. Namun ada satu nama yang sama sekali asing untuk saya yaitu TAN MALAKA. Tan Malaka Dihujat dan Dilupakan, begitulah judul buku biografi yang dibuat Harry Poeze sejarawan asal belanda. Ketika saya melihat judul itu saya mengamininya. Tan Malaka, Siapa dia, namanya begitu asing untuk saya dan yang jelas saya tidak pernah dikenalkan oleh guru SD saya seperti mereka mengenalkan saya pada Soekarno, Soedirman, Cut nyak dien atau yang lainnya. Ketika saya menginjakan kaki dibangku SMP saya juga tak kunjung diperkenalkan siapa itu Tan Malaka oleh para guru saya, bahkan mendengarkannya saja saya tidak pernah. Saya diperkenalkan dengan Tan Malaka baru ketika saya menginjakan kaki dibangku SMA, tepatnya kelas 3 SMA oleh guru sejarah saya yang bernama pak Hudi. Namun awal perkenalan saya dengan Tan Malaka sangat singkat dan tidak baik, Tan Malaka diceritakan sebagai tokoh Komunis yang berlawanan sikap dengan D.N Aidit, sehingga dia keluar saat PKI ingin melakukan pemberontakan, hanya sebatas itu saya mengenalnya yang diceritakan secara sangat singkat itu. Setelah itu saya melanjutkan study ke salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung, saya mengambil Program study Ilmu komunikasi, disalah satu mata kuliah yaitu Pengantar Ilmu Politik saya dikenalkan Tan Malaka oleh pak Adiyana dengan sisi yang berbeda, Tan Malaka digambarkan sebagai salah satu pendiri bangsa yang mempunyai pemikiran kedepan. Pada saat itu muncul pertanyaan dipikiran saya, manakah cerita yang benar, kalau Tan Malaka memang sehebat itu mengapa dia nyaris tidak pernah dibahas dalam pelajaran sejarah yang saya dapatkan di sekolah saya? “hanya sekali tentang PKI, itupun sangat amat singkat”,apakah sekolah saya yang memang benar-benar buruk, tetapi saya rasa sekolah saya menjalankan sistem Pengaajaran berdasarkan kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah, dan setelah saya tanya kepada beberapa teman saya, merekapun sama seperti saya, tidak mengenal siapa itu Tan Malaka. Setelah itu saya berfikir untuk mencaritau tentang sosok Tan Malaka lebih jauh melalui media internet, dan hasilnya sangat mengejutkan sekaligus membuat saya miris dengan kenyataan yang ada. Sekolah-sekolah saya dengan jelas telah melupakan seorang Pahlawan yang memiliki pemikiran yang visioner, namun apakah sekolah saya patut dipersalahkan tentang ini?, saya rasa tidak, karena sekolah saya hanya menjalankan kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah saja. Untuk itu saya ingin jawaban dari pemerintah tentang mengapa disekolah saya dari SD hingga SMA tan Malaka nyaris tidak diperkenalkan?, mengapa dia terskesan seperti di anak tirikan?,
Apakah ada Bapak bangsa lainnya seperti Tan Malaka yang tidak pernah diperkenalkan kepada anak-anak bangsanya?
Sudah selayaknya Pahlawan itu diperkenalkan kepada para generasi muda bangsanya sebagai inspirasi dan contoh mereka, tanpa terkecuali. Jikalau ada kepentingan-kepentingan di masa lalu yang dilakukan oleh suatu pihak sudah saatnya kita semua mengakhiri kepentingan-kepentingan itu. Karena sejauh ini kepentingan-kepentingan itulah yang membawa Indonesia menjadi Negara yang masih kacau di Umurnya yang sudah tidak lagi Belia ini. Sejarah harus disampaikan sesuai dengan fakta yang ada, sebagai pembelajaran untuk anak cucu kita kedepan. Janganlah kita menutupi fakta sejarah hanya untuk melindungi segelintir orang, sehebat apapun manusia tidak akan merasakan sejarahnya sendiri, karena sejarah adalah kematian. Jadi buat apa kita menyembunyikan sejarah ketika kita sudah mati.
Jika ada pihak yang kurang berkenan dengan tulisan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena keterbatasan pengetahuan saya dan keterbatasan kemampuan saya dalam menulis. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa selain keinginan suatu generasi untuk mengetahui sejarah nenek moyangnya sesuai dengan fakta yang ada dan agar tidak ada lagi Pahlawan-pahlawan yang di anak tirikan.
Bandung, 21 April 2011 _ 17:22
Nurani kita
Bisakah kita bersikap biasa
Tak ada gaya asli apa adanya
Bisakah kita berjati diri
Tanpa meniru disana dan disini
Apakah kita Indonesia
Seberapa cintakah kita pada Indonesia
Cara hidup yang Indonesia
Bukan hanya mengaku Indonesia
Presiden tolong jelaskan pada kami
Mengapa kita susah bersekolah
Dimanakah kita akan mencerdaskan anak bangsa
Di negeri kita sendiri
Kemana sajakah wakil-wakil kami
Kenapa modernisasi tak berpihak untuk kami
Ekonomi hanya sebagai simbol kekayaan negeri
Yang tidak bisa kami nikmati
Kenapa harus ada TKI
Katanya kita gemah ripah loh jinawi
Dikemana sajakan pajak kami
Hingga kami jadi rakyat susah
Intelektual muda tercatat melakukan perubahan
Tapi kini mereka hidup kebarat-baratan
Sekali beraksi hanya pertunjukan barbar
Kepada siapa lagi kami berdoa
Cobalah selami kalimat ini
Kami benar-benar menangis
Bayangkanlah jika orang tua kalian kuli seperti kami
Menjual harga diri untuk sekedar merawat anak kami
Bayangkan jika kalian jadi kami
Otak mumpuni namun tak dapat melanjutkan di perguruan tinggi
Dan harus menangis ketika melihat ayah kami merasa gagal
Kalian harus mengerti betapa sakitnya arti uang untuk kami
Yang kalian buang hanya untuk sekedar hobi
Dan tolonglah hai bapak negeri
Kami memang rakyat kelas teri yang selalu menderita sepanjang berdirinya negeri
Tapi tolonglah untuk memanusiakan kami
Apakah anda tidak bosan menjadi Presidennya orang miskin?
Akan lebih menyenangkan jika anda menjadi Presidennya orang kaya bukan?
Maaf jika seruan-seruan kami menyusahkan
Tapi ini karena kami selalu disusahkan
Tolong lindungilah kami sebagaimana tugas anda sebagai Bapak negeri
Bisakah kita bersikap biasa
Tak ada gaya asli apa adanya
Bisakah kita berjati diri
Tanpa meniru disana dan disini
Apakah kita Indonesia
Seberapa cintakah kita pada Indonesia
Cara hidup yang Indonesia
Bukan hanya mengaku Indonesia
Presiden tolong jelaskan pada kami
Mengapa kita susah bersekolah
Dimanakah kita akan mencerdaskan anak bangsa
Di negeri kita sendiri
Kemana sajakah wakil-wakil kami
Kenapa modernisasi tak berpihak untuk kami
Ekonomi hanya sebagai simbol kekayaan negeri
Yang tidak bisa kami nikmati
Kenapa harus ada TKI
Katanya kita gemah ripah loh jinawi
Dikemana sajakan pajak kami
Hingga kami jadi rakyat susah
Intelektual muda tercatat melakukan perubahan
Tapi kini mereka hidup kebarat-baratan
Sekali beraksi hanya pertunjukan barbar
Kepada siapa lagi kami berdoa
Cobalah selami kalimat ini
Kami benar-benar menangis
Bayangkanlah jika orang tua kalian kuli seperti kami
Menjual harga diri untuk sekedar merawat anak kami
Bayangkan jika kalian jadi kami
Otak mumpuni namun tak dapat melanjutkan di perguruan tinggi
Dan harus menangis ketika melihat ayah kami merasa gagal
Kalian harus mengerti betapa sakitnya arti uang untuk kami
Yang kalian buang hanya untuk sekedar hobi
Dan tolonglah hai bapak negeri
Kami memang rakyat kelas teri yang selalu menderita sepanjang berdirinya negeri
Tapi tolonglah untuk memanusiakan kami
Apakah anda tidak bosan menjadi Presidennya orang miskin?
Akan lebih menyenangkan jika anda menjadi Presidennya orang kaya bukan?
Maaf jika seruan-seruan kami menyusahkan
Tapi ini karena kami selalu disusahkan
Tolong lindungilah kami sebagaimana tugas anda sebagai Bapak negeri
Subscribe to:
Posts (Atom)